|
| 25 Juli 2007 |
|
"LIHAT Aku BERAKSI!"
Kala si kecil pamer, inilah kesempatan untuk memupuk rasa percaya dirinya.
Ibu, lihat, nih. Aku bisa menari!" Begitu pekik Raja sambil berputar-putar bak gasing. Sejurus kemudian, Raja kembali unjuk kemampuannya melakukan gerakan koprol. Sang ibu yang tengah asyik membaca koran sempat agak terganggu dengan polah si kecil. "Lihat aku, dong!" celotehnya. Di lain waktu, di depan tamu ibunya, si kecil kembali pamer. Kali ini ia berusaha menyanyi meski lafalnya masih tak karuan. Esoknya, Raja lagi-lagi menunjukkan kemampuannya yang lain. Entah itu corat-coret di kertas, memanjat pagar, atau lompat ke kasur. Pokoknya, ada saja polahnya. Tanpa merasa lelah, aksinya itu dilakukan berulang-ulang di hadapan ayah dan ibunya.
Si batita memang banyak tingkahnya, banyak aksinya. Banyak hal yang ingin dipamerkan pada orangtuanya, bahkan orang lain. Tidak hanya sesuatu yang cukup "ekstrem", seperti koprol atau menirukan lompat harimau, tapi juga aksi menari, menyanyi, dan menggoreskan pensil. Seolah ia membuat pernyataan diri, "Aku bisa, kok," atau "Inilah aku!" Ia memperlihatkan kepercayaan dirinya dan ia pun senang dengan pencapaian atau prestasinya.
MASA EKSPLORASI
Anak batita umumnya berusaha memanfaatkan segala kemampuannya yang sedang berkembang, entah itu dari segi motorik, interaksi sosial dan kognisinya. Apalagi perkembangan motorik pada masa batita, terutama motorik kasar, yang sedang pesat-pesatnya. Dibandingkan ketika masa bayi, gerakan-gerakan si batita lebih cepat dan aktivitas fisik yang dapat dilakukannya bertambah banyak. Maka jangan heran, sepertinya ia "gatal" ingin coba-coba segala macam gerakan. Semua itu dilakukan demi memenuhi rasa penasaran atau keingintahuannya.
Jadi ia beraksi bukan karena nakal, pecicilan, atau apa pun istilahnya. Perilakunya di masa eksplorasi ini pada dasarnya didorong rasa ingin tahu yang besar. Nah, rasa ingin tahu yang belum terpuaskan akan mendorong dia untuk kembali mengulang dan mengulang hal serupa. Bahkan, di usia batita, anak mulai memiliki konsep dan kemauan sendiri. Ia akan melakukan apa pun yang disukainya. Anak merasa "menguasai" lingkungannya sehingga dia merasa bebas untuk melakukan apa saja.
http://www.tabloid-nakita.com/
Jadi jangan dimarahin ya ayah, bunda kalau ak pecicilan .....hehehhhee...
|
posted by Ari Kusumo Joyohadiningrat @ 14.15  |
|
|
|
|
|